identity

ALI FAOJI, S.Kep, Ns PERAWAT RUANG KEMOTERAPI RSUD TUGUREJO SEMARANG pengin tanya2 lebih lanjut email ke fauziali40@gmail.com

Rabu, 12 November 2014

KONSEP DASAR KEMOTERAPI




1.    Sejarah Kemoterapi
      Kemoterapi sebagai pengobatan kanker pada mulanya ditemukan secara kebetulan, yaitu ketika kapal perang USA terkena torpedo semasa Perang Dunia II di lepas pantai Itali. Beberapa serdadu tercemar gas beracun mustard sebelum mereka diselamatkan. Mustard ini pernah digunakan sebagai senjata kimia dalam Perang Dunia I yang banyak membunuh lawan. Dari kecelakaan dalam Perang Dunia II tersebut, ternyata serdadu yang tercemar gas beracun mustard mengalami penurunan jumlah leukosit. Kemudian dipikirkan adanya kemungkinan bahwa pada penderita leukemia dengan jumlah leukosit yang tinggi akan bisa menurun bila diberi mustard. Setelah percobaan klinik, turunan dari mustard yaitu nitrogen mustard yang kurang toksis dinyatakan aman dan efektif guna pengobatan kanker. Hal ini memicu perkembangan lebih lanjut dengan penemuan senyawa-senyawa kimia lain untuk digunakan sebagai obat anti kanker. Selanjutnya daftar dari obat anti kanker semuanya diperkenalkan sejak tahun 1945.
2.    Pengertian Kemoterapi
      Menurut American Society of Clinical Oncology, kemoterapi adalah agen neoplastic yang bertujuan untuk membunuh sel-sel kanker yang diberikan baik secara oral maupun rute parenteral (intravena, perifer maupun sentral) atau rute spesifik lainnya.
3.    Tujuan Kemoterapi
      Penentuan tujuan dilakukannya kemoterapi tergantung pada kondisi dan stadium kanker yang diderita pasien saat memutuskan untuk menjalani kemoterapi.
 a.    Cure Cancer
      Bila memungkinkan, kemoterapi diberikan dengan tujuan untuk menyembuhkan penyakit kanker (kuratif) yang artinya tumor hilang dan tidak tumbuh lagi. Namun, sebagian besar dokter lebih memilih kata survive dibanding ‘sembuh’ karena diperlukan waktu bertahun-tahun untuk bisa menyatakan pasien telah benar-benar sembuh dari kanker.
b.    Control Cancer
      Bila sudah tidak mungkin lagi untuk disembuhkan, maka tujuan pemberian kemoterapi adalah untuk mengontrol pertumbuhan kanker, mencegah penyebaran dan mengecilkan ukurannya. Hal ini dapat menolong pasien dengan mengurangi keluhannya, memberi rasa nyaman dan memperpanjang usianya. Sehingga pengobatan kanker dalam hal ini seperti pada penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi dan sebagainya.
c.    Palliative Care
      Pada penderita kanker yang berada sudah dalam stadium lanjut maka kemoterapi dilakukan untuk mengurangi penderitaan yang dialami pasien dan meningkatkan kualitas hidup pasien namun bukan untuk mengobati. sehingga pada saatnya pasien meninggal bisa dengan tenang dan bermartabat.
4.    Manfaat Kemoterapi
a.    Primary Treatment
      Yaitu kemoterapi sebagai pengobatan utama pengobatan kanker.
b.    Adjuvant
      Yaitu kemoterapi sebagai pengobatan tambahan setelah diberikan pengobatan primer.
 c.    Neo Adjuvant
      Yaitu kemoterapi sebagai pengobatan awalan sebelum diberikan pengobatan primer.
d.   Radiosensitizer
      Yaitu kemoterapi yang dilakukan beberapa saat sebelum diberikan radioterapi yang bertujuan untuk meningkatkan efektifitas radioterapi.
5.    Mekanisme Kerja Kemoterapi
      Prinsip kerja pengobatan dengan kemoterapi adalah dengan meracuni atau membunuh sel-sel kanker, mengontrol pertumbuhan sel kanker, dan menghentikan pertumbuhannya agar tidak menyebar, atau untuk mengurangi gejala-gejala yang disebabkan oleh kanker. Kemoterapi kadang-kadang merupakan pilihan pertama untuk menangani kanker. Kemoterapi bersifat sistemik, berbeda dengan radiasi atau pembedahan yang bersifat setempat, karenanya kemoterapi dapat menjangkau sel-sel kanker yang mungkin suddah menjalar dan menyebar ke bagian tubuh yang lain.
      Penggunaan kemoterapi berbeda-beda untuk setiap pasien, kadang-kadang sebagai pengobatan utama, pada kasus lain dilakukan sebelum atau setelah operasi atau radiasi. Tingkat keberhasilan kemoterapi juga berbeda-beda tergantung jenis kankernya (Iskandar, 2007). Dua atau lebih obat sering digunakan sebagai suatu kombinasi. Alasan dilakukannya  terapi kombinasi adalah untuk menggunakan obat yang bekerja pada bagian yang berbeda dari proses metabolisme sel, sehingga akan meningkatkan kemungkinan dihancurkannya jumlah sel-sel kanker. Selain itu, efek samping yang berbahaya dari kemoterapi dapat dikurangi jika obat dengan efek beracun yang berbeda digabungkan, masing-masing dalam dosis yang lebih rendah dari pada dosis yang diperlukan jika obat itu digunakan tersendiri.
      Obat-obat dengan sifat yang berbeda digabungkan, misalnya obat yang membunuh sel-sel tumor dikombinasikan dengan obat yang merangsang system kekebalan terhadap kanker. Antikanker merupakan obat yang indeks terapinya sempit. Pada umumnya anti kanker menekan pertumbuhan atau proliferasi sel dan menimbulkan toksisitas, karena menghambat pembelahan sel normal yang proliferasinya cepat misalnya sumsum tulang, epitel germinativum, mukosa saluran cerna, folikel rambut dan jaringan limfosit.
6.    Jenis Obat-Obat Kemoterapi
a.    Ankylating Agents
1)   Nitrogen Mustards
Chlorambucil, cyclophosphamide, estramustine, ifosfomide, mechlorethamine, melphalan
2)   Aziridine
Throtepa
3)   Alkyl Sulfonate
Busulfan
4)   Nitrosoureas
Carmustine, lamustine, streptozocin
5)   Platinum Compelexes
Carboplatin, cisplatin, oxaliplatin
6)   Non Classic Alkylators
Altretamine, dacarbazine, procarbazine, temozolamide
b.    Anti Metabolites
1)   Folate analogs
Methotrexate, pemetrexed
2)   Purine analogs
Fludarabine, mercaptopurine, thiogunine
3)   Adenosine analogs
Cladribine, pentostatin
4)   Pyrimidine analogs
Capecitabine, cytarabine, fluxoridine, flouracil, gemcitabine
5)   Substituted urea
hydroxyurea
c.    Natural Products
1)   Antitumor antibiotics
Bleomycin, dactinomycin, daunorubicin, doxorubicin,epirubicin, idarubicin, mitoxantrone, mytomycin, valrubicin
2)   Epipodophyllotoxins
Etoposide, teniposide
3)   Microtubule agents
Docetaxel, paclitaxel, vinblastine, vincristine, vinorelbine
4)   Camtothecin analogs
Irinotecan, topotecan
5)   Enzyme
Asparaginase
d.   Targeted Agents
1)   Monoclonal Antibodies
Alemtuzumab, beracizumab, ceruximab, panitomumab, rituximab, trastuzumab
 2)   Molecularly Targeted Therapies
Bortezamib, dasatinib, erlotinib, gefitinib, imatinib, lapatinib, sorafexib, sunitib, temsirolimus.
A.      Cara Pemberian Kemoterapi
1.    Intravena
      Kebanyakan sitostatika diberikan dengan cara ini, dapat berupa bolus iv pelan-pelan sekitar 2 menit, dapat pula per drip IV sekitar 30-120 menit atau dengan continuous drip sekitar 24 jam dengan menggunakan infusion pump supaya lebih akurat tetesannya.
2.    Intratekal
      Diberikan ke dalam canalis medulla spinalis untuk memusnahkan tumor dalam cairan otak (liquor cerebrospinalis) obat yang sering digunakan misalnya methothrexate (MTX).
3.    Per Oral
      Obat kemoterapi yang diberikan per oral antara lain Leukeran, Alkeran, Myleran, Natulan, Puri-Netol, Hydrea, Tegafur, Xeloda, Gleevec.
4.    Subkutan
      Pemberian secara sub kutan sudah jarang dilakukan karena adanya resiko syok anafilaksis. Obatnya biasanya L-Asparaginase
5.    Intramuscular
      Pemberian per IM juga jarang dilakukan biasanya methothrexate (MTX) dan Bleomycin. 
6.    Intraperitoneal
      Intraperitoneal diberikan bila produksi cairan asites hemoragis yang banyak pada kanker ganas intra abdomen antara lain Cisplatin.
7.    Intrapleural
      Pemberian intrapleural yaitu diberikan ke dalam cavum pleuralis untuk memusnahkan sel-sel kanker dalam cairan pleura atau untuk menghentikan produksi efusi pleura hemoragis yang banyak contohnya Bleomycin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar